Login
register On tanyasaja.com

Kategori

Selengkapnya

Pengumuman

Selengkapnya


Missing
benmode
TS Master

BANGSA KONSUMTIF


Kita seringkali disebut sebagai bangsa konsumtif. Lebih suka mengkonsumsi daripada mencipta/memproduksi. Sumber masalahnya sebenarnya terletak di mana sih ? pendidikan ? budaya ? tidak adanya aqpresiasi terhadap peneliti ? atau takdir (maksudnya m ...
Kategori : Personal - 361 hari yang lalu
3 Jawaban

Rating : 0.0 dari 5 Bintang (0 kali vote)
  • Rating : 0.0 dari 5 Bintang.
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5

Jawaban Terbaik Pilihan Penanya

Po_excited
TS Guru
OMENO
0 0  

Menurutku budaya. Lihatlah dari kecil kita dibiasakan jajan daripada diajak membuat makanan sendiri.Budaya lainnya kita cendrung mudah tertarik kemasan daripada meneliti isi, lebih mementingkan penampilan daripada isi kantong.

Jawaban Lainnya

F271
TS Master
yudettifam
361 hari yang lalu
1 0

Saya kira sah-2 saja Indonesia sebagai bangsa konsumtif, HANYA SAJA yang perlu digarisbawahi, untuk memenuhi sifat konsumtif itu pilihannya hanya dua, memproduksi sendiri atau impor. Dari dua pilihan tersebut, Indonesia saat ini lebih banyak kepada pilihan kedua, yakni mengimpor dari negara lain. Jadi pokok persoalan sebenarnya bagaimana menjadikan masyarakat Indonesia menjadi produktif., dengan menciptakan lapangan kerja sendiri yang menghasilkan karya sendiri dan bahkan bisa diekspor dan dipergunakan oleh bangsa lain.

Sementara kita banyak menggunakan produk-2 luar bahkan bangga bisa menggunakan barang ber-merek terkenal. Tidak usah jauh, untuk beli baju, sepatu, tas, jam tangan masih merasa bergengsi bila memakai produk luar. Sehingga produsen-2 dari luar negeri pun berpikir Indonesia adalah surga bagi dunia bisnis karena masyarakatnya terkesan lebih menyenangi produk luar dari pada produk dalam negeri.

Jadi prilaku konsumtif saya kira tidak negatif apabila masyarakat Indonesia sadar dan bangga dengan produk dari negeri sendiri.


Kuc
TS Master
rajawaras
361 hari yang lalu
0 0

Nambahin aja, sifat ini adalah peninggalan jaman penjajahan yg ditanam Belanda dulu. Celakanya, para pemimpin setelah era Soekarno, tdk mempunyai rasa nasionalisme yg kuat. Salah satunya terbukti dg menerima bantuan asing yg begitu besar dan mau saja disetir dalam berbagai kebijaksanaan (seperti ttg hasil tambang dll). Ini terjadi karena mental penguasa dan sifat menjajah dari PEMERINTAH. Kata PEMERINTAH sendiri sebetulnya kurang tepat untuk menerjemahkan GOVERNMENT. Tapi lebih pas dari istilah ORDERNEMENT milik penjajah Kolonial dulu. (to ORDER = MEMERINTAH). Jadi rakyat dlm hal ini adalah pelayan pemerintahnya, bukan sebaliknya.