anomali kelakuan di jalan dgn aktivitas sehari-hari
Ngerasa gak, kalo kita itu aneh. Klo di jalan, semua pengen cepet2, terburu2, seakan time is money, kalo perlu lampu merah dilanggar. Tapi setelah sampai tempat tujuan, kita berubah menjadi santai, leyeh-leyeh, dsb. Apa yg menyebabkan sindrom ini?
Kategori : Personal - 78 hari yang lalu
5 Jawaban
Jawaban Terbaik Pilihan Penanya
TS Active
1
pnyebab'a sndri krg tw tp knp bs kyk gt karena udh dpt apa yg kt mw/tuju,org jka sdh mncapai tjuan,kpuasan,keinginan dia akan brubah skp atas objek/subjek yg d'tuju.dia lupa ssh'a akan pjuangan untuk mnggapai tjuan tsb.itu sdh sft alami manusia yaitu bosan.
Sumber :
my mind
Jawaban Lainnya
TS Master
78 hari yang lalu
Kalau yg anda maksud itu para anak sekolahan atau pegawai kantoran, itu wajar soalnya mereka ngejar jam masuk, absen dan image dimata boss.
Soalnya pekerja yg biasa2 aja tapi tepat waktu, biasanya lebih dipandang positif oleh bos dibandingkan pekerja yg berprestasi tapi kalau masuk kantorn jam 10 siang dan pulang jam 3 sore (meskipun hasil kerja si tukang telat ini lebih banyak dari pada yg tepat waktu).
Nah, kalau bagi yg bukan pekerja atau pelajar.
Hmmm, bukankan itu inti dari terburu2 ? Soalnya kalau di jalan berlama-lama dan males2an resiko nya :
Jenuh, krn fasilitas di mobil tentunya tidak selengkap dirumah/tujuan.
Berbahaya kalau nyetir males2an.
Kalau naik motor kan panas... apalagi kalau tempat tujuannya ber AC.
Jadi intinya bagi mereka, males2an ditempat tujuan lebih enak dan nyaman daripada males2an di jalan. Jadi buru2 ke tempat tujuan supaya bisa lebih nikmat males2an nya.
Yaaaa.... kalau mentalnya sudah punya cara berpikir seperti itu... terjadilah "sindrom" ini bro...
Tapi, btw, "leyeh-leyeh" itu apa ya ? saya udah cari di kamus Indonesia Inggris kok gak ada ya ? apa bahasa daerah ?
TS Guru
78 hari yang lalu
Menurut saya,
Manusia selalu dikejar oleh kekhawatiran yang secara sadar disengaja, padahal kenyataannya tidak seburuk yang dibayangkan. Ketika kekhawatiran tersebut tidak terbukti, manusia menjadi lebih santai dan rileks.
Untuk kasus yang anda sampaikan, ketika di perjalanan kita takut mungkin akan terlambat tiba sampai tujuan, atau takut akan ada apa2 di perjalanan sehingga kita tidak tepat waktu sampi tujuan. Tapi setelah sampai di tujuan, ternyata kita tidak telat sehingga stress yang tadi dialami dalam perjalanan seketika hilang. Timbullah rasa rileks yang terkesan malas.
Untuk orang yang bisa menguasai dirinya, atau cenderung masa bodoh, kekhawatiran itu sangat jarang terjadi.
Semoga membantu.
TS Star
78 hari yang lalu
Karena terkontaminasi oleh opini lebih cepat itu keren, ringan tapi berpengaruh karena bersekutu ama kepentingan adrenalin yang cukup egois.
TS Master
78 hari yang lalu
Tergantung tujuannya kali mas, saya termasuk orang yg terburu-buru bila membuat janji kepada seseorang, krn prinsip saya, lebih baik menunggu daripada ditunggu, lebih baik menunggu daripada ketinggalan kereta istilahnya. Jadi kalau tujuan kita cuma utk hang out dgn teman mungkin pada akhirnya cuma leyeh2, tapi kalau kita janji utk meeting atau kerja saya rasa nggak mungkin sesampainya kita leyeh2. Ini cuma dari segi pandang saya, mungkin beda dengan maksud dan tujuan mas.

