Bila anak2 tak sekolah?
Bagaimana perasaan anda ktika mlihat anak2 diatas trotoar, perempatan jalan, lampu merah sedang mengamen, jual koran, minuman dll pada saat jam sekolah. Ayo donk saran dan solusinya....!!!
Kategori : TS - 85 hari yang lalu
13 Jawaban
Jawaban Terbaik Pilihan Penanya
TS Active
1
Sedih memang, mengingat anak2 adalah harapan sekaligus masa depan bangsa. Kalau mereka bodoh, kemiskinan n kterbelakangan tetap mewarnai kehidupan bangsa dmasa depan. Indonesia bisa maju kalau pendidikan dan ketrampilan anak bangsa harus ditingkatkan. Banyak gedung sekolah ddirikan, mulai PAUD, SD, SMP, SMA hingga PT, tapi masih banyak anak tak bersekolah. Salah siapa...? Padahal Pendidikan itu adalah tanggung jawab orang tua, masyarakat dan pemerintah. Hal ini menurut saya adalah terjadinya kesenjangan sosial yang amat tinggi dan tdk adanya saling kepercayaan. Seandainya saja orang2 kaya dan berpunya mau mengulurkan tangan tuk membantu simiskin menjadi orang tua asuh, saya rasa secara bertahap akan bisa diatasi.
Jawaban Lainnya
TS Star
85 hari yang lalu
Sangat sedih, tetapi kan anak2 tersebut sudah ada yg menkoordinir. Seperti preman dll. Lagian pula bangsa Indonesia itu hy memikirkan dirinya sendiri. Jadi, kt razia preman2 nakal tersebut. Kan kl anaknya kasihan. Untuk Pendidikan seharusnya penting bg mereka untuk memajukan bangsa kedrpannya.(sama kaya aku masih anak2). Jadi, sekolah gratis dan bermutu terjamin harus ditingkatkan.
TS Master
85 hari yang lalu
Kalau saya pribadi...
Saya merasa sangat kecewa dengan perilaku bangsa Indonesia yang banyak hanya mau "bikin anak" tapi gak mau "ngurus anak".
Dan berhubung di Indonesia ini banyak orang (biasanya ibu-ibu) yg lebih suka memberikan uang pada pengemis anak kecil daripada pengamen, akibatnya anak kecil pengemis menjadi lebih "profitable" daripada pengemis dewasa.
Dan gara2 itu tidak jarang ada orang yang membuat anak supaya bisa dijadikan pengemis, dan bila sudah menjadi dewasa kemudian disuruh "berterima kasih atas asuhan orang tua dan sudah saatnya kini bertanggung jawab atas hidupnya sendiri, karena dulu ortunya jug begitu".... jadi kasarnya : bikin anak utk mengemis, ketika sudah besar dibuang.
Hal ini tidak lepas dari budaya Indonesia yg seolah menganggap bhw sebuah keluarga itu harus punya anak, banyak anak banyak rejeki, dan bhw anak itu berkah... yg akhirnya berujung pada terlalu banyaknya penduduk dan tingginya angka pengangguran.
Memperparah masalah ini, di sekolah tidak pernah diajarkan mengenai "safe sex", bagaimana menghindari kehamilan, dan sisi2 negatif dalam memiliki anak, sehingga banyak orang tidak tertarik untuk ikut KB. dan berlindung pada pepatah lama "banyak anak banyak rejeki" dan pandangan agama "anak itu adalah berkah dari Tuhan".
Solusinya : galakkan program KB, sex education sejak muda, dan permudah penjualan alat kontrasepsi.
TS Master
85 hari yang lalu
ikut sekolah gratis yg disediain pemerintah aja !kan 'sekolah gratis ada dimana-mana'
Sumber :
iklan tv
TS Master
85 hari yang lalu
Jelas sedih dan pengen bantu mereka. Mrk seperti itu bukan kehendak mrk, hny krn tuntutan ekonomi. Mungkin dibenak mrk masih ada keinginan utk sekolah, tp apa daya mrk tak mampu. Seandainya aku jd presiden, pengen deh membangun yayasan2 utk mrk, baik itu yayasan pendidikan, keterampilan, ataupun tempat tinggal dan pekerjaan(bwt yg udah dewasa). Tp apalah yg dpt aku lakukan, aku tdk bs berbuat bnyk utk mrk. Aku bukan presiden, bukan pula org berada. Andaikata kita menggalang dana dr seluruh org kaya di Indonesia, mungkin kita bisa membangunkan mrk tempat tinggal dan sarana pendidikan. Tak usah yg terlalu bagus, tp layak.
TS Guru
85 hari yang lalu
LUAR BIASA SEDIH.. saran saya bangun gedung sekolah yang dikhususkan untuk para anak jalanan..(jangan apartemen dan rumah2 elit terus2an.
TS Master
85 hari yang lalu
Prihatin tentunya tapi tentu saja secara objektif, orangtua mereka yang harus bertanggungjawab. Karena dalam banyak hal, justru orangtuanya sendiri yang mengajarkan "kemalasan" dengan menyuruh si anak mengemis/mengamen di jalan-jalan. Mengajari trik-trik tertentu supaya membuat pengendara di jalan merasa iba, dsb.
Kalau masalah ketiadaan biaya, nah mengapa terus membuat anak? Bukan saya kejam tapi saya melihat sendiri di Stasiun Gambir, ada tuna wisma disana yang anaknya sampai 5 orang! Nah, justru ini yang membebani negara dan kelak bila anak tidak terurus dgn benar, berisiko menjadi preman, copet, dan sebagainya.
Di satu sisi, pemerintah juga harus bersikap inisiatif. Pendidikan dasar wajib 9 tahun harus diberlakukan. Bila memang benar2 tdk mampu bayar, ya menjadi tanggungan negara. Bisa juga dibangun sekolah-sekolah rakyat di berbagai pelosok dengan materi pelajaran2 dasar. Program KB harus kembali diintensifkan. Program padat karya massal diberlakukan supaya mengurangi jumlah pengangguran.
TS Newbie
85 hari yang lalu
Mereka adlh anak2 bangsa yg ikut mewarnai kehidupan bansa indonesia (warna apa y..?) Mrk punya alasan yg berbeda2 walaupun ttp satu jua, itulah indonesia (he..) "BARANG SIAPA MEMBUKA PINTU UTK MEMINTA2 MAKA ALLAH AKAN MEMBUKAKAN PADANYA PINTU KEFAKIRAN" alhadits..
TS Master
85 hari yang lalu
Secara pribadi saya miris utk melihat mereka seperti begitu, tapi jangan salah bro pemerintah kadang bukan tutup mata dengan hal ini, karena pada dasarnya memang anak2 itu sendiri yang pengen bebas lepas, tanpa harus mengikuti aturan2an seperti disiplin dll, karena mereka berpikir nggak harus susah2 cari uang cuma menadahkan tangan saja, banyak kok yang sudah dididik malah mereka melarikan diri, karena sudah keenakan mencari uang, jadi inilah memang harus ekstra menghadapi mereka, mungkin dengan cara pendekatan yang lebih kuat, atau merangsang mereka agar mereka mau sekolah, mungkin lepas jam sekolah mereka dikasih bimbingan dan membuat ketrampilan yang bisa menghasilkan uang.
TS Star
85 hari yang lalu
Neg.dah mengatur.tp spt byasa.tdk trlaksana!skrg kt brgrak sndri ja.ayo bkin lembga amal!
Sumber :
Sndr

