Kategori
- Kesehatan
- Personal
- Tanya-Admin
- Teknologi
- Politik
- Kuliner
- Komputer
- Seks
- Transportasi
- Fashion
- Olah-Raga
- Pelayanan-Publik
- Kecantikan
- Bisnis
- Hobby
- Pendidikan
- Entertainment
Selengkapnya
Pengumuman
Selengkapnya
Koruptor
Kenapa kasus korupsi di indonesia terkesan begitu membudaya?bagaimana cara menumpas ke akar-akarnya atau setidaknya meminimalisir kasus korupsi?
Kategori : Kebijakan - 201 hari yang lalu
7 Jawaban
Jawaban
Moderator
201 hari yang lalu
Kalo kenapa membudaya sih sudah jelas krn kurang ketatnya pengamanan & peraturan & mentalnya yg suka korupsi ramai2 & saling melindungi.
Kalo cara menumpasnya, he he, ini hasil pemikiran saya :
Karena korupsi itu kejahatan keserakahan (crime of greed), maka cara yg tercepat utk membasminya adl dg menggunakan keserakahan itu sendiri :
Hukuman bagi koruptor :
Ditangkep dan dipenjara (udah jelas).
Hartanya disita sebanyak 150% (satu setengah kali lipat) dari korupsi yg terbukti ia lakukan.
DAN INI NIH :
Dari 150% yang disita tsb, yg 100% diberikan pada pihak yang menyediakan bukti2 tindak pidana korupsi tsb. (kalau orangnya banyak, ya dibagi rata aja dari yg 100% itu).
Apabila yg melaporkan punya andil dalam korupsi tsb (misalnya sbg penyuap atau orang yg menerima suap), maka "dosa" atau kesalahan pelapor di ampuni seluruhnya. Apabila keduanya pelapor, maka yg waktu pelaporannya lebih awal yg diampuni, yg telat dihukum.
Kalo memang jumlahnya banyak, semua biaya penyelidikan, pengadilan, dll diambil dari yg 50% itu. kalo ada sisanya, buat kas negara.
Identitas pelapor dirahasiakan sejak awal sampai akhir (termasuk dlm kasus penjebakan, si pelapor akan secara sandiwara seolah ikut ditangkap juga). di pengadilan pelapor tidak perlu hadir dan bisa diwakilkan.
TS Master
201 hari yang lalu
Karena akar korupsi tidak dihilangkan. Akar korupsi adalah segala biaya yg dikeluarkan utk mendapatkan pekerjaan ato jabatan. Di tempatku ada orang nyalon kepala desa dg biaya sampe 300jt!. Bayangkan itu baru kades. Dan itu terjadi hampir disegala bidang. Dan kalo kita pake logika untung rugi kadang gaji yg didapat gak cukup untuk menutup biaya yg tlah dikeluarkan. Jadi ya sudah, akhirnya cari-cari kesempatan untuk KORUPSI.
Sumber :
dasarnya SERAKAH
TS Newbie
201 hari yang lalu
Mulai dari hal kecil..mulai dari diri sendiri.. Coba kita flash back..waktu qta smp .smu bahkan wktu kuliah. Kita sering selewengkan uang byar SPP utk hal spt jajan.main. Tdk? Hayo..
Guru
201 hari yang lalu
Karna sudah dr sononya. Ntah bgaimanapun hukuman yg akan dbrikan kpd koruptor, tetap tdk akan takut. Ttp saja akan dilakukan, krn sudah berani menanggung akibat dr perbuatannya itu jika dkemudian hari ketahuan. Korupsi itu tergntg orgnya saja. Dan korupsi itu terjadi karena ada niat dan kesempatan bagi pelaku. Cb byangkan, gmn bs korupsi klo niat dan kesempatannya utk korupsi ga ada? Tentu korupsi ga tjadi kan? Nah, kembali kepada anda, meskipun anda tahu hukuman koruptor itu hukum mati, tp klo anda punya niat dan ada kesempatan, otmatis anda tdk akan takut dgn yg namanya hukuman mati. Dan anda akan melakukan korupsi. Nah, anda punya niat ga? Mudah2an tdk y. .
TS Active
201 hari yang lalu
Kalo menurut saya hukuman nya terlalu ringan..Bisa di bayang kan di LP orang2 ini dapat fasilatas enak,,misal tidur nya pake kasur,bisa nonton,tv,internetan,pake hp. dll.Coba hukuman koruptor kerja rodi mungkin cerita nya akan berbeda
TS Master
201 hari yang lalu
Menurut gue harus di ubah budayanya, harus di hapuskan sogok menyogok utk berkerja di sebuah instansi.
TS Active
201 hari yang lalu
KALAU DI CINA DI HUKUM MATI.SUER AMPUH BGT jadi para koruptor akan mikir 100 kali
Sumber :
cina

