Ekonomi dan jalan raya
Jalan raya sekarang sangat dipenuhi kendaraan bermotor. Kendaraan saling berebut jalan memburu kencang. Padahal katanya perekonomian Indonesia tidak bagus. Bagaimana jadinya jalan raya jika pertumbuhan ekonomi tumbuh berkembang dengan pesat?
Kategori : Politik - 166 hari yang lalu
9 Jawaban
Jawaban
TS Master
165 hari yang lalu
Jalan raya akan jadi tempat bermain anak2 dan ga kepake. Kalau ekonomi berkembang pesat orang pake helipad karena kendaraan didominasi helikopter. Dan mungkin kendaraan masa depan kayak di film film.
TS Guru
165 hari yang lalu
kan udah diramalkan kalo gak salah taon 2014 jalanan di Jakarta bakal macet total... gimana gak mo macet... kendaraannya nambah terus, tapi jalanannya gak nambah2... iya kan...
TS Active
165 hari yang lalu
Gimana gak mau padat jalannya ? kendaraan yang umurnya 20 thn aja masih boleh jalan. Di negara maju semua kendaraan ada batas umurnya untuk kendaraan umum 5 thn dan pribadi 8 thn. Jadi jumlah kendaraan bisa dikontrol karena begitu sudah lewat umur STNK tidak boleh diperpanjang lagi dan kendaraan tsb harus dihancurkan di tempat penghancuran mobil. Negara kita banyak sekali yang memiliki kendaraan pribadi dikarenakan murahnya BBM karena adanya subsidi dari pemerintah. Negara maju tidak ada istilah subsidi BBM malah pemerintah ambil untung dalam penjualan BBM. Karena BBM yang mahal & adanya pembatasan umur kendaraan tidak sembarang orang bisa memiliki kendaraan pribadi. Dan akibatnya jumlah kendaraan tidak terlalu banyak.
TS Master
165 hari yang lalu
akan bnyk jalan layang.siapa tahu bnyk busway.atau tambah bnyk komunitas bike to school.or bike to work.
TS Master
165 hari yang lalu
Umm, yang namanya "bagus" itu subyektif banget bro... dan perekonomian tampaknya tidak banyak berkorelasi dengan kecenderung membeli kendaraan...
Kalo padatnya kendaraan, ini lebih dikarenakan terlalu banyak pekerjaan/perusahaan yang tidak pegawainya tidak efektif & efisien, sehingga pekerjaan yang seharusnya bisa ditangani oleh 1 orang, jadi harus ditangani ol2h 4-5 orang (dan ini sangat banyak terjadi, biasanya generasi tua tidak mampu mengikuti perkembangan teknologi sehingga tidak efisien, tapi tidak bisa dipecat... akhirnya menyewa pekerja baru yang lebih melek teknologi).
Apabila ekonomi Indonesia berkembang dengan pesat tapi pikran masyarakatnya masih sempit, tentunya jalanan kaan lebih apdat & macet lagi... bila pikirannya menjadi terbuka, tentu akan timbul budaya jalan kaki dan transportasi massal & cepat seperti subway atau magnetic rail train yang jadwalnya sangat padat (misalnya di Jepang, kalo kita datang ke stasiun kereta telat 5 menit, kereta yang ada itu sudah beda dengan yang kita harus naiki, karena kereta datang & pergi nyaris setiap 5-10 menit sekali)
TS Star
165 hari yang lalu
Gue gak ngeliat adanya korelasi langsung antara padatnya jalan raya dgn pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yg bagus biasanya di liat dari, a.l : suku bunga rendah, Inflasi rendah, nilai tukar rupiah yg stabil, harga kebutuhan pokok terjaga, kondisi sosial-politik, hankamnas, lapangan pekerjaan tersedia, dll termasuk cadangan devisa negara (surplus atau minus). Dan semuanya itu gue rasa "tdk tercerminkan" dari kondisi jalan raya yg crowded atau nggak.
TS Active
165 hari yang lalu
Panjang x lebar jalan raya = jumlah kendaraan. Bukan ekonomi... siapa tahu beli kendaraan pake duit hutangan :D
Sumber :
matematika
TS Guru
TS Master
166 hari yang lalu
Menurut pengamatan atau pendapatku, Orang Indonesia satu rumah tu gak cukup satu kendaraan. Selain karena memang kebutuhan, juga disebabkan sifat manusia yang gak pernah puas. Faktor lain seperti penataan tata kota terutama jalan raya seperti kurang efektif mengatasi tingkat jumlah kendaraan yang bertambah setiap harinya.
Bayangkan Negara kita yang sedang berkembang saja sudah mengalami yang belum terselesaikan dari tahun ke tahun. Bahkan sudah berapa pemimpin yang ganti, dan tak ada perubahan yang berarti. Malahan ada yang makin parah, dengan sisa pekerjaan pemimpin sebelumnya yang tak terselesaikan sampai masa tugasnya habis.
Ya kita berdo'a saja dengan adanya PILPRES ini, siapa pun yang terpilih semoga bisa mengatasi masalah tersebut. . . Amien

