Login
register On tanyasaja.com

Kategori

Selengkapnya

Pengumuman

Selengkapnya


Toke
motif
TS Guru

Menumpas


Haruskah menumpas kejahatan itu dgn cr menghabiskan pelakunya.?


Kategori : Biologi - 239 hari yang lalu
10 Jawaban
Rating : 0.0 dari 5 Bintang (0 kali vote)
  • Rating : 0.0 dari 5 Bintang.
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5

Jawaban

Si_cepot
TS Active
Aquatic
235 hari yang lalu
1 0

Kejahatannya dulu yang harus ditumpas, trus proses hukum yang adil, baru deh putusan pengadilan dijatuhkan apakah pelakunya harus ditumpas ato tidak.


Gue
TS Active
muhammad_sick
238 hari yang lalu
0 0

Bagaimana jika Ryan(pembunuh dari jombang), Amrozi cs, Sumanto (pemakan daging manusia), dan sejenisnya diberikan kesempatan tinggal bersama loe. Kalo gw sih gak mau. amit2.

</DIV></DIV></DIV></DIV></DIV></DIV></DIV></DIV>


D_conan037
TS Master
atha
238 hari yang lalu
0 0

tidak,yang pasti berikan efek jera saja sudah cukup.


Lassie
TS Active
heRRDer
238 hari yang lalu
0 0

Pke cara komunis aja dech


Kalasenja
TS Guru
intrix
238 hari yang lalu
1 0

Ntar tau amerika jadi HAM deh. .klo orang islam gpp he. .he. .


Tsa
TS Master
foxcargo
238 hari yang lalu
1 0

Jika kejahatan biasa tidak harus, tetapi teroris jelas harus dihabiskan pelakunya, karena efeknya sangat mengganggu ketentraman masyarakat.


Image005
TS Active
yehuda
239 hari yang lalu
0 0

klo ditanya harus ato gak, ya emk gak harus. tapi mungkin sih tergantung hukum yg ada aj d. susa klo kita yg nentuin sendiri.


No_porno
TS Master
caleg12
239 hari yang lalu
0 0

Tuhan akan menganjar pelaku kriminal ini dg cara mengurangi rezekinya.seperti G. W.Bush yang w dengar kabar lebih senang main dg kuda kesayangan nya.pilih no12


Lalat
TS Master
lalat
239 hari yang lalu
1 0

Betul, saya setuju dengan Terrania. Bencilah dosanya tapi kasihilah orangnya. Kemungkinan pelaku kejahatan itu adalah orang yang sangat sedikit memperoleh kasih sayang semasa kecilnya sehingga ia tumbuh diliputi kebencian, kemuakan, pemberontakan, dan menyukai kejahatan.

Idealnya kita wajib memberi penyadaran pada mereka supaya kembali ke jalan yg benar. Tapi kadang2 idealisme tidak berjalan lancar di dunia nyata, karena itu utk kasus-kasus tertentu, misalnya kategori extraordinary crime, perlu ada tindakan represif dari negara utk menghasilkan efek jera bagi yang lain.

Misalnya saja, perampok yang sudah 8 kali keluar-masuk penjara. Nah yang model begini langsung saja terpaksa di-dor daripada terus menjadi duri busuk dalam daging masyarakat. Kalau orang itu mau bertobat, berilah kesempatan dan dorongan. Tapi kalau masih terus berlaku kriminal, terpaksa HAM orang banyak lebih penting daripada HAM seorang penjahat, segera lakukan tindakan tegas.

Untuk kasus terorisme juga sama. Saya berpendapat teroris yang menganggap membunuh nyawa manusia di tengah kondisi damai adalah jalan tol menuju surga, adalah manusia yang punya pemahaman keliru. Mereka wajib disadarkan, tp kalau tetap ngotot ya terpaksa harus ditindak tegas sebelum nanti melakukan usaha lain yang akan lebih memakan korban jiwa. Kalau mau berdalih jihad, silakan mengebom di tempat yg sedang perang sono, jgn merusak negara sendiri.

Saya jadi teringat cerita "V for Vendetta" ...

Nito
TS Master
Terrania
239 hari yang lalu
1 0

Kalo pertanyaannya "haruskah"...

Tentu saja jawaban saya TIDAK.

Malah, sebetulnya, menurut saya pribadi, kejahatan tidak bisa ditumpas dengan cara kekerasan, karena kekerasan biasanya hanya mengundang kekerasan lebih lanjut saja... (violence begets violence).

Kalo berdasarkan filosofi saya, "kejahatan" adalah tidak adanya empati... (Evil is the absence of empathy).

Jadi seharusnya cara yang paling tepat untuk menumpas kejahatan adalah dengan mengajarkan empati pada para pelakunya, dan terutama pada masyarakat luas... karena para penjahat yang ada diluar sana itu sebenarnya hanyalah korban dari kekejaman masyarakat dan keluarga mereka sendiri...

Kekerasan seharusnya hanya digunakan untuk membela diri apabila diserang oleh kejahatan saja... itupun setelah berusaha sekuat tenaga mempertahankan diri denagn cara non-ofensif (bicara atau membujuk)...

Kadang kita juga sulit membedakan antara "menghukum" dan "balas dendam"... ini juga dikarenakan kurangnya empati... hukuman itu sendiri berubah menjadi kejahatan...

Jadi sebaiknya jangan menghabiskan pelakunya... karena keberadaan para pelaku itu juga sebenarnya kesalahan kita semua sebagai masyarakat yang tidak mampu berempati dengan teman & keluarga, dan tidak mampu mendidik anak dengan benar.