Pasar Tradisional vs Ritel Modern
Kita semua tahu bahwa sekarang ini pasar tradisional semakin terdesak oleh ritel-ritel modern, seperti Hypermart, Carrefour, Giant (walaupun secara UU sebenernya grosiran seperti ini seharusnya hanya berlokasi di pinggiran kota), dan serbuan spora ...
Kategori : PelayananPublik - 243 hari yang lalu
3 Jawaban
Jawaban Terbaik Pilihan Penanya
TS Star
1
Selain karena tempat yang lebih nyaman, mungkin karena disatu tempat kita bisa menemukan semua yang kita cari, dari bumbu dapur sampai keperluan mobil. Tapi sebetulnya kalo anda lebih memperhatikan, mereka yang yang ke pasar ritel,sebagian besar hanya untuk memenuhi kebutuhan belanja bulanan karena harganya lebih murah.Makanya kebanyakan pasr tersebut hanya ramai pada saat akhir/awal bulan saja. Tapi kalo untuk yang harian seperti sayuran,lauk-pauk,dll,masih banyak kok yang mau pergi kepasar tradisional atau mengandalkan tukang sayur keliling.
Jawaban Lainnya
TS Star
242 hari yang lalu
Kejelekan pasar tradisional
- Timbangan sering dimainkan.
- kualitas tidak terjamin, mungkin murah, tapi kualitas juga murahan.
- Panas
- Banyak copet
- Banyak tukang tipu
- Becek
- Jorok, pedagangnya jorok, buang sampah sembarangan.
- Bau
TS Active
243 hari yang lalu
Bagaimana bisa masyarakat "menengah keatas" untuk berbelanja dipasar tradisional yg penuh sampah dan bau-nya itu, jika keadaannya selamanya seperti begitu2 saja. Yg pasti, ngak akan jadi soal bagi kaum bawah yg sudah terbiasa dgn keadaan tsb. Jika yg dimaksudkan bagi kaum menengah-atas, sebaiknya Pemda lebih terarah untuk buatkan lebih banyak tempat2 pasar tradisional yg lebih terjamin di setiap RW, demi mengurangi ritel spt Alfa & Indomart. Ada contohnya yg sudah nyaman spt dipasar Grogol, Ps Tanah Abang, Ps Tebet, Ps Blora dan masih ada yg lainnya yg sudah tertata rapi, mereka cukup senang berbaur dgn kaum bawah koq.

