kemampuan akal.
akal manusia sangat dangkal, apakah semua syariat agama itu nanti bisa diterima jika akal kita telah menjangkaunya...?, bukankah kita disuruh beriman (percaya dengan apa yang disampaikan oleh Allah)dan bukan sekedar mengetahui...?
Kategori : Personal - 269 hari yang lalu
5 Jawaban
Jawaban Terbaik Pilihan Penanya
TS Master
0
hai bung!!!!
jelas akal manusia itu terbatas...
manusia itu serba terbatas...
anda tidak akan tau apa yang ada di dalam badan anda...
anda tidak tau seperti apa isi paru2 anda...
memang kita harus beriman kepada allah...
sampai kapan pun akal manusia g' kan pernah sempurna....
karna keterbatasan itulah kita harus tau ,,,
siapa yang maha lebih...
pasti ada yang maha lebih ....
itulah dia sang pencipta...
Jawaban Lainnya
TS Star
263 hari yang lalu
Wah kalau akal anda dangkal, jangan anggap semua orang akalnya dangkal. Gak semua manusia akalnya dangkal.
Kalau yang dimaksud beriman, adalah percaya berlebihan, sampai mengikuti yang secara rasional adalah salah, tentu saja termasuk "akal yang dangkal".
Saya gak tahu darimana Anda mengutip ayat-ayat tsb, tetapi kalau ayat-ayat tsb ada yang tidak setuju, berarti, perlu diteliti ulang, karena cuma membuat kontroversi.
Semakin banyak ayat yang memberikan dampak kontroversi, harus semakin diragukan.
TS Guru
268 hari yang lalu
Akal jelek ya:Akal manusia dari zaman ke zaman memang begitu ada nya bahkan cenderung bertambah parah klo di lihat dari segi untuk merusak alam.semua alat2 yang di ciptakan oleh akal dan fikiran 100% gw melihat hanya untuk merusak alam. .apa yang bisa di ciptakan akal untuk menjaga alam dan lingkungan? Paling klo ada selalu berbau teori. . jadi inti nya begini:akal yang sehat adalah yang bisa menerima keesaan tuhan. .: akal yang sehat adalah akal. .yang bisa menerima kitab suci alqur'an sebagai petunjuk/bisa mengimani nya. bukan kah kitab2 suci sebelum alquran hanya untuk satu kaum aja .laen dg alquran yang memang untuk seluruh umat manusia beserta alam??? kita bukan lah ibrahim yang bisa berdialog dg tuhan nya kita juga bukan musa yang bisa mengadakan pertemuan dg tuhan di bukit tursina kita juga bukan muhammad yang mampu melakukan perjalanan panjang hanya dalam sekejap(israj mi'raj). mungkin kita saat ini bisa di bilang kaum yang pantas di benar kan cara pandang nya terhadap agama dan ke esaan tuhan.
TS Master
269 hari yang lalu
Memang akal manusia sangat dangkal, tapi toh setahu saya bhw berkah yang paling utama dari Tuhan pada manusia adalah akal, dan bukan agama... (kalo setahu saya sih begitu, tapi saya yakin banyak orang lain yang berpendapat berbeda dengan saya).
Nah, memang kita disuruh beriman dalam artian percaya dan bukan sekedar mengetahui...
Tapi kita sebagai manusia yang diberi akal, kita akan pilih-pilih bukan, mana yang akan kita percayai ? kita tidak akan "percaya buta" begitu saja kalo ada orang yang tiba-tiba dateng dan bilang "Ini yang benar, kamu harus percaya"...
Jadi pertanyaan utamanya adalah :
KALO KITA TIDAK PAKE AKAL, KITA TAHU DARIMANA KALO AGAMA YANG KITA ANUT ITU BUKAN VERSI YANG SESAT ATAU VERSI YANG SUDAH SEDIKIT DI "MODIFIKASI" UNTUK KEPENTINGAN POLITIK ?? APA BUKTINYA ??
Apalagi kalo sudah menyangkut masalah tafsir, wih, banyak banget nih versinya, bahkan pemeluk agama yang sama saja bisa saling bunuh hanya karena berbeda tafsir yang dianut...padahal agamanya sama...versi yang lebih salah yang mana ??
Apakah jumlah penganut agama menjadi jaminan ? Apakah agama yang penganutnya paling banyak adalah agama yang paling benar ?
Soalnya agama mayoritas di planet ini mungkin adalah Konghuchu ato malah komunis/atheis (karena penduduk China yang jumlahnya sangat banyak, siapa sangka bhw ternyata bahasa yang paling banyak digunakan manusia adalah bahasa China, kebanyak orang pasti berpikir
...
TS Active
269 hari yang lalu
Akal manusia mana yg menurut anda dangkal?
jangan menggeneralisir semua manusia sama seperti si A atau siapaun orangnya itu.
Makanya ada pepatah, dalam lautan bisa diukur, dalam hati siapa tahu.
Begitu juga dg akal. Bisa jadi Allah memberikan seseorang kemampuan akal yyg begitu luas dan dalam sehingga dia bisa menguak rahasia Illahi (kaya sinetron).
BTW, kalau anda menganggap semua akal manusia pasti dangkal, apakah itu berarti menandakan seberapa dangkal kemampuan akal anda?

