Login
register On tanyasaja.com

Kategori

Selengkapnya

Pengumuman

Selengkapnya


Secret_smile
iadityoz
TS Active

Idealisme sampai kapan?


Idealisme adalah prinsip. Pertanyaannya adalah sampai kapan Anda mempertahannnya, ketika menjadi opurtunistik adalah suatu pilihan yang menggiurkan?


Kategori : Personal - 303 hari yang lalu
6 Jawaban
Rating : 0.0 dari 5 Bintang (0 kali vote)
  • Rating : 0.0 dari 5 Bintang.
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5

Jawaban Terbaik Pilihan Penanya

Lalat
TS Master
lalat
0 0  

Secara stereotip, waktu kita masih muda dikatakan kita masih memegang teguh idealisme. Namun seiring beranjak dewasa, kita akan berkompromi dgn dunia dan mulai meminggirkan idealisme kita.

Secara prinsip, memang itu ada benarnya. Dulu saya juga punya idealisme-idealisme tertentu saat masih SMA hingga kuliah. Namun setelah masuk dunia kerja, saya terbentur dgn kenyataan yg sangat berbeda, hingga saya harus berkompromi dgn komersialisme, sebab setelah dewasa, problem makin bertambah dan makan idealisme tdk mengenyangkan.

Sepanjang kompromi menjadi komersil itu tdk melanggar hukum dan merugikan org lain, saya akan melakukannya. Misal: seniman/musisi yg menciptakan karya menuruti selera pasar. Tapi di saat senggang, dia berkarya dgn idealismenya sendiri.

Jawaban Lainnya

Turtle5
TS Star
kurakuracepat
300 hari yang lalu
0 0

setiap orang pasti punya idealisme yang bukan tidak mungkin berbeda dgn orang lainnya... idealisme saya pribadi bisa saja berubah jika idealisme saya sudah tidak bisa beradaptasi dengan apa yang saya hadapi... ketika idealisme orang yang saya hadapi punya lebih banyak pijakan fundamental dan idealisme saya tidak... buat saya tidak masalah saya melengserkan idealisme saya... toh itu semua demi kebaikan bersama.


Bola
TS Guru
brix
302 hari yang lalu
0 0

Tergantung seberapa kuat kita berpegang pada idealisme yg kita yakini, karena realitas adalah sebuah godaan thd idealisme. Ketika kita mampu mempertahankan idealisme, disitulah letak HARGA DIRI kita.


Nito
TS Master
Terrania
302 hari yang lalu
0 0

Kalo bagi saya sendiri.

Idealisme saya akan terus saya pertahankan sampai idealisme saya bisa terbukti salah, atau sampai tiba era dimana idealisme saya tidak lagi terbukti benar.

Jadi selama 2 hal tsb diatas tidak terjadi, saya akan terus mempertahankan idealisme saya.

Tidak perduli kesempatan atau pilihan yang menggiurkan apapun yang datang.


Rpm1
TS Master
itsme
303 hari yang lalu
2 0

Sebuah pertanyaan personal yang sering sekali dihadapi masyarakat kita.

Mungkin lu perlu lihat sebuah film yang diangkat dari kisah nyata berjudul American Gangster. Dalam film tersebut diceritakan sepak terjang seorang tokoh gangster heroin di amerika serikat semasa jaman perang vietnam. Sang gangster tersebut mendapat julukan Drug Lord, karena penyelundupan dia sampai melibatkan perwira di angkat bersenjata AS.

Dalam film tersebut sang gangster melawan seorang polisi yang bersih dan benar-benar berpegang teguh kepada prinsip kejujuran. Polisi ini diceritakan menemukan tas berisi uang 1 juta dollar tapi menyerahkannya kepada kepolisian tanpa mengambil sepeser pun. Bayangkan betapa langkanya kejadian ini.

Tindakan ini menuai banyak pujian dari berbagai kalangan tetapi lebih banyak lagi yang menghujat dia dan mengatainya bodoh. Namun dia tidak peduli, dia melakukan apa yang menurut dia benar. Dia tidak melanggar prinsipnya.

Bottom line yang mau aku sampaikan disini adalah kata-kata "prinsipnya". nya disini mengacu kepada orang secara personal sehingga mempunyai penilaian dan tolak ukur yang sangat berbeda dari setiap orang.

Melihat kasus opportunis tsb aku mungkin coba menjawab dengan jalan tengah. Prinsip lu sendiri seperti apa? Apakah lu mempunyai prinsip "kesempatan tidak boleh dilewatkan" sehingga tidak masalah jika dicap opprtunis. akan tetapi ada juga orang yang berprinsip "mengambil kesempatan ...

Mulan_jameelah
TS Master
Hendriano
303 hari yang lalu
1 0

ketika ia bukan lagi murupakan dari bentuk