Login
register On tanyasaja.com

Kategori

Selengkapnya

Pengumuman

Selengkapnya


Missing
duitnm.co.cc
TS Active

Candoleng Doleng diributkan ,Bagaimana pendapat ANDA tentang Tarian tsb ?


Kita tahu Makasar / Sulsel lagi ribut tentang tarian Candoleng - doleng , banyak pro kontra. Tarian erotis yang umumnya dimainkan waktu pesta pernikahan


Kategori : Seks - 315 hari yang lalu
10 Jawaban
Rating : 0.0 dari 5 Bintang (0 kali vote)
  • Rating : 0.0 dari 5 Bintang.
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5

Jawaban

Missing
TS Newbie
pepek
309 hari yang lalu
0 0

taria tersebut merupakan bentuk perhatian nenek moyang bagi kaum pria atas nafsu yang semakin suLit diumbar di depan umum, jadi haL tersebut tetapLah harus diLestarikan


Sumber :

hati nurani

Lalat
TS Master
lalat
313 hari yang lalu
0 1

Itu jelas bukan sebuah bentuk tarian daerah! Andai itu merupakan bentuk tarian tradisional yang mgkn bisa dikategorikan porno, seperti pakai kemben minim atau koreografi tertentu yang sensual, saya mgkn masih bisa mentolerir. Tapi melihat rekaman videonya, saya bisa memastikan kalau tarian ini adalah sebuah tarian striptease kampung!

Koreografinya hampir tidak ada, hanya menonjolkan gerak tubuh secara asal, dan orientasinya adalah menunjukkan bagian tubuh wanita penarinya seminim mungkin. Musik pengiringnya saja kebanyakan dangdut diiringi house music, sudah jelas bukan tarian tradisional sama sekali!

Sekali lagi, bila para penikmat tarian ini adalah bapak-bapak yang sudah dewasa atau sudah menikah, saya juga masih bisa mentolerirnya, toh mereka sudah bisa mengerti konsekuensinya. Yang saya sesalkan adalah bapak-bapak yg mestinya bijak ini dgn goblok dan cueknya membiarkan anak-anak kecil yg masih ingusan bebas ikut melihat ulah si penari.


Asus_qstn_hdr
TS Star
BagasAdhi
315 hari yang lalu
0 0

Sesuatu yang negatif harus ditinggalkan, lebih baik diganti dgn hal2 yang positif & mendidik.


Flo_las
TS Master
siraj
315 hari yang lalu
1 0

Afwan, tarian candoleng Doleng sangat dilarang di sulsel, dulu awal munculnya adanya di Kab sidrap itu pun tengah malam dan bila ketahuan akan dirazia oleh polisi, alhamdulillah sekarang sudah tidak terdengar lagi. Menurut info yang saya dengar penarinya hanya memakai celana dalam dan BH kemudia penonton memasukkan uang 5000an ke dalam BH penari, tentu saja ini adalah bisnis iblis dan semua yang turut serta didalamnya adalah pengikut iblis. coba pikir siapa diantara kita yang mau jika keluarganya menjadi penari seperti itu...?. saya rasa semua manusia normal menolak Candoleng Doleng kecuali iblis manusia.


Bud-uk
TS Guru
erkayahya
315 hari yang lalu
1 0

kembali kita pertanyakan, apakah tari tersebut memang merupakan warisan budaya bangsa kita. rasanya tidak mungkin nenek moyang memberikan warisan yg buruk untuk cucu-cucunya, kecuali kita memang suka mengumbar nafsu.


Missing
TS Master
benmode
315 hari yang lalu
1 0

Seharusnyalah pemilik budaya itu memiliki sifat tepo sliro, toleransi, tanggap dengan keadaan. Tidak semua unsur budaya nenek moyang perlu kita lestarikan. Seakan-akan kalau sudah dinamakan budaya leluhur pasti baik. Belum tentu, kan? Pengaruhnya ada yang positif dan negatif. Jadi kita sebagai generasi peneruslah yang wajib mengoreksinya, tetapi dengan alasan yang masuk akal, realistik dan mengandung manfaat. Mulai dari tujuannya tarian itu digelar, audiensnya apakah dewasa semua dan seterusnya dan sebagainya. Semoga ke depan kita semakin arif dalam mengelola budaya kita.


Images2
TS Guru
drg_dimas
315 hari yang lalu
0 0

Tergantung persepsi yang nonton.


Rpm1
TS Master
itsme
315 hari yang lalu
1 0

Hmm..porno atau tidaknya suatu hal(entah itu tarian / foto / film) sebenarnya tergantung dari pemirsanya.

Tapi, kalau membuat gerakan erotis, baju terbuka dan dimainkan di pesta pernikahan rasanya sudah kelewatan.

Ginilah, tarian daerah tsb ga usah dilarang karena merupakan bagian dari budaya setempat. Yang harus dilarang adalah tempat dan waktu pertunjukannya. Dilarang diperlihatkan di pesta pernikahan, di TV (kecuali utk tujuan dokumentasi), dan tempat2 umum yang bisa ditonton anak kecil.


Travian
TS Master
handoyoboy
315 hari yang lalu
1 0

Yup, setuju sama terrania, bahkan saya merasa JIJIK saat melihatnya.


Nito
TS Master
Terrania
315 hari yang lalu
2 0

Ya, yang paling disesalkan adl mereka tidak menyortir siapa saja yang berhak menonton tarian tsb...

Seandainya anak-anak di bawah 18 tahun tidak boleh menonton tarian erotis tsb, saya sih gak akan mengeluhkan apapun...

Makanya menurut saya seharusnya kita menggunakan sistem pornografi terkontrol, soalnya kalo sama sekali di kekang akan timbul pornografi lokal yang liar dan tidak terkontrol yang malah membahayakan.

Coba seandainya pornografi dikontrol seperti minuman keras atau kepemilikan senjata api, tentunya yang berhak mengakses hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mengaksesnya.

Selama keinginan masyarakat masih ada, pornografi tidak akan bisa dihapuskan, dan tentunya demand manusia terhadap hal seksual akan selalu ada....tak akan bisa dihapuskan...tak akan bisa dilawan...

Kalo dipaksakan salah-salah negara kita akan jadi seperti negara-negara timur tengah dimana angka kejahatan pemerkosaan tinggi sekali (tertinggi di dunia malahan).